Category Archives: Berita

PENGUMUMAN DAFTAR PEMENANG LOMBA KTI

 

sd copy

 

Muhammadiyah Akan Terbitkan Transaksi E-Money

JAKARTA_PDM: Besarnya potensi yang dimiliki Muhammadiyah mendorong Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah (MEK) akan menerbitkan e-money Muhammadiyah sebagai uang komunitas untuk bertransaksi.

Ketua MEK, Syafrudin Anhar dalam keterangan release-nya hari ini mengatakan, keinginan Muhammadiyah untuk menerbitkan e-money Muhammadiyah akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MEK dan seminar nasional dengan tema: Menggagas Format E-Money Muhammadiyah Menuju  Financial Inclusion dan Less Cash Society, yang diselenggarakan pada tanggal 18 – 20 April 2014 di kampus Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta.

“Untuk menciptakan e-money Muhammadiyah, MEK akan berkomunikasi dengan pihak regulasi baik OJK dan Bank Indonesia  dalam mengimplementasikannya,”terang Syafrudin Anhar dalam rilisnya Selasa (11/03/2014).

Acara seminar nasional e-money Muhammadiyah akan dihadiri oleh Menko Perekonomian Hatta Radjasa sebagai keynote Speaker dan para narasumber Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliamad D Hadad, Ahmad Riawan Amin (Penasehat Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah), Aries Mufti (Ketua Umum Absindo) dan Benny Witjaksono (Direktur Utama Bank Mega Syariah)

Terkait dengan e-money Muhammadiyah menurutnya, sejalan dengan program lembaga lembaga negara seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Kementerian keuangan yang mencanangkan program financial inclusion. Bagi Muhammadiyah, financial inclusion dimaknai sebagai langkah awal dan titik point dalam menciptakan uang komunitas.

Dengan adanya e-money Muhammadiyah, Syafrudin berkeinginan, agar ada kemudahan warga Muhammadiyah dalam  bertransaksi dan sekaligus mensosialisasikan financial inclusion keranah warga Muhammadiyah.

Penerbitan e-money Muhammadiyah  menurut Syafrudin untuk meminimalkan beredarnya uang, mencegah korupsi, pencucian uang dan terorisme. Selain itu mengukur transaksi keuangan di lingkungan Muhammadiyah secara transparan.

“Ketiga, menyamakan persepsi serta arah gerak dan langkah Muhammadiyah dari pusat sampai ke daerah dalam mengembangkan program-program pembangunan ekonomi persyarikatan,”ujarnya.

Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia,  Muhammadiyah—memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dalam mendorong laju ekonomi umat.  Apalagi dari segi pendidikan misalnya amal usaha Muhammadiyah (AUM) mencapai 3.370 TK, 2901 SD/MI, 1.761 SMP / MTs, 941 SMA/MA/SMK, 67 Pondok Pesantren, dan 167 perguruan tinggi. Pada sektor kesehatan tercatat sebanyak 47 Rumah Sakit (PKU), 217 Poliklinik, 82 klinis bersalin.

Sementara di sektor ekonomi ada 1 bank syariah (saham Muhammadiyah 2,5 %), 26 BPR/BPRS dan 275 BMT/BTM, 1 Induk Koperasi BTM, 81 Koperasi Syariah, 22 Minimart dan 5 kedai pesisir.

Demikian juga pada wilayah sosial, Muhammadiyah memiliki lebih 400 buah panti asuhan, rumah singgah dan sejenisnya.  Takaran kasar total asset Muhammadiyah itu lebih dari Rp. 20 Triliun.***

Redaktur    : Imran Nasution
Sumber      : Hidayatullah.com

Din: Muhammadiyah Bukan Milik Parpol

Din SyamsudinJAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sirajuddin Syamsuddin menyatakan bahwa Muhammadiyah tidak memiliki hubungan organisasi dengan partai politik manapun.

“Muhammadiyah tidak ada hubungan organisatoris, struktural dan tidak berafiliasi dengan parpol manapun. Ini khittah organisasi sejak Muktamar tahun 1971 di Makassar,” kata tokoh yang biasa dipanggil Din Syamsuddin ini dalam acara bertajuk “Pemilihan Umum 2014: Bagaimana Menyikapinya?” di Jakarta, Jumat (7/3) malam.

Dengan demikian, menurut dia, tidak boleh ada parpol yang mengklaim sebagai partai Muhammadiyah.

Meski pihaknya tidak melarang kadernya untuk masuk ke dalam parpol, tetapi ia berpesan agar para kader Muhammadiyah tersebut jangan membawa kepentingan partai ke dalam organisasi.

“Jangan membawa kepentingan partai ke dalam Muhammadiyah, tapi bawalah nilai-nilai Muhammadiyah ke dalam parpol,” kata dia.

Diakuinya, kader-kader Muhammadiyah di berbagai parpol saat ini malah membawa kepentingan partainya ke dalam Muhammadiyah sehingga menimbulkan konflik internal.

Menjelang Pemilu 2014, pihaknya mengingatkan hubungan antarkader Muhammadiyah yang menjadi caleg agar tetap baik. Selain itu juga harus menghindarkan diri dari perpecahan dan tetap mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan parpol.

“Di beberapa dapil, ada beberapa kader Muhammadiyah berhadapan secara head to head, tak terelakkan ukhuwah akan terganggu, terutama oleh tim sukses karena mereka akan menjelekkan kader Muhammadiyah lain yang jadi rivalnya. Ini kerugian yang tidak bisa kita bayar jika Muhammadiyah terjebak dalam situasi seperti ini,” kata dia.

Din menambahkan bahwa Muhammadiyah memandang Pemilu sebagai proses politik yang bermakna strategis dan menentukan arah masa depan bangsa. Pemilu merupakan momentum jihad politik dan sarana membangun demokrasi yang baik dan upaya mengakhiri wajah perpolitikan yang selama ini, menurut dia, semakin jauh dari cita-cita reformasi.

“Demokrasi yang serba bebas tanpa tanggung jawab moral hanya menghasilkan kehidupan politik nasional yang sarat transaksional, korupsi dan politik dinasti,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun mendorong Pemilu 2014 agar bisa berlangsung demokratis, konstitusiona dan lebih bermutu dari pemilu-pemilu sebelumnya.

Sumber REPUBLIKA.CO.ID

Bedah Buku ” MEMAHAMI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH “

kamis 6 maret 2014|

headernasirSiang hari sekitar pukul 13.00 wib ruang Sidang B kampus limau di padati sejumlah undangan yang hadir untuk mengikuti diskusi atau bedah buku terbaru dari penulis sekaligus ketua pimpinan pusat Muhammadiyah periode 2010-2015 Bapak DR.H.Haedar Nashir,M.Si dengan judul ” MEMAHAMI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH “. acara dibuka oleh Bapak Muhammad Dwi Fajri, S.Sos.I,M.Pd.I untuk selanjutnya pembacaan pandangan ” ISTIQAMAH DALAM BERMUHAMMADIYAH” oleh Bapak Drs.Hilal Ramadan,M.Ag. dilanjutkan penjelasan tentang isi buku oleh Bapak DR.H.Haedar Nashir,M.Si. dan sesi tanya jawab .

Pada pengantarnya bapak Haedar mengatakan “dalam berbagai forum Muhammadiyah masih sering dipertanyakan apa hakikat isi,esensi,subtansi dari ideologi Muhammadiyah. apa bedanya ideologi Muhammadiyah dengan ideologi gerakan Islam lain?pemikiran resmi apa saja yang termasuk dalam ideologi Muhammadiyah?” serta beberapa pertanyaan lainnya menyangkut ideologi Muhammadiyah.

Buku MEMAHAMI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH ini berusaha mengupas tentang ideologi Muhammadiyah secara komprehensifberdasarkan rujukan pemikiran resmi yang mengandung ideologi Muhammadiyah. hadir untukberbagi wawasan yang meneguhkan dan mencerahkan bagi siapapun yang ingin tetap cerdas dan istiqamah dalam pergerakan Muhammadiyah!.

kegiatan pengembangan kurikulum integratif

sabtu 1 maret 2014 |

abdul mukti'Kegiatan diskusi pengembangan kurikulum integratif telah dilangsungkan di kampus UHAMKA limauyang tepatnya di selengarakan di ruang sidang A. kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah Dosen AIKA dengan nara sumber Bapak Abdul Mu’ti, Dr. M.Ed. dan Bapak Endang Surahman, Dr.M.A. beberapa hal yang didiskusikan antara lain bagaimana seorang pendidik mengembangkan potensi dalam dirinya dalam memahami materi yang diajarkan dan materi terkait lainya. Sehingga pendidik tidak hanya menguasai materi ajarnya namun juga mengerti materi diluar materi ajarnya. serta mencoba untuk merubah kurikulum kedepannya untuk lebih baik lagi,

kegiatan ini berlangsung sekitar pukul 13.20 sampai dengan 16.00 WIB.

MPM PP Muhammadiyah Tolak Upaya Pelemahan KPK

Camera 360Yogyakarta – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah mengajak semua pihak untuk menolak upaya pelemahan KPK . MPM akan terus mendukung upaya KPK dalam upaya melakukan pemberantasan korupsi. Maka dari itu, upaya pelemahan KPK melalui pembahasan RUU KUHP dan KUHAP harus ditolak.  Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Said Tahuleley dalam acara Diskusi Publik yang digelar MPM kemarin Sabtu (1/3) di Gedung PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro 23 Yogyakarta bertajuk Selamatkan KPK, Kontroversi Pembahasan RUU KUHP dan KUHAP.

Said menambahkan Kehadiran KPK saat ini sangat penting. Ini sudah terbukti, dengan fasilitas dan segala kewenangan yang ada, banyak kasus besar pejabat yang terbongkar.  MPM menganggap pembahasan RUU KUHP dan RUU KUHAP oleh Pemerintah dan DPR mengancam keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).