Category Archives: Tokoh

Haji Abdul Malik Karim Amrullah dan Karyanya

 

qwAtau yang kita kenal dengan sebutan Buya Hamka. Beliau lahir di kampung Molek, Manjinjau, Sumatra Barat pada tanggal 17 Februari tahun 1908.  Sebutan “Buya” didapat karena beliau seorang yang dihormati. Buya Hamka adalah seorang sastrawan, ulama, sejarawan sekaligus politikus. Semasa Beliau Sekolah Beliau bukan termasuk orang yang pandai, pernah Beliau membolos sekolah karena merasa jenuh, Beliau lebih senang berada di perpustakaan. Dari perpustakaan tersebut beliau membaca banyak buku, pernah suatu ketika buku tersebut dibawanya pulang, saat beliau tengah asik membaca buku cerita, sang ayah memarahinya. Kondisi tersebut dijadikan cambuk untuk menujukan kepada ayahnya atas kemampuannya.

Beliau pernah menjadi seorang wartawan sejak tahun 1920 di beberapa surat kabar salah satunya Seruan Muhammadiyah. Tidak berhenti sampai disitu beliau juga menghasilkan beberapa karya seperti novel,roman  dan cerpen. Beberapa diantaranya seperti, Kenang-Kenangan Hidup, Cahaya Baru , Di Tepi Sungai Dajjah, Merantau Ke Deli, Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck  dan masih banyak lagi (2 diantaranya pernah diangkat ke perfilman Indonesia).  romannya yang pertama ditulis menggunakan bahasa Minang yang berjudul Si Sabariah. Sebanyak kurang lebih 94 karya yang telah di terbitkan, hingga kini karyanya banyak kita jumpai.

 

 

 

 

ABBAS IBNU FIRNAS : Konstruktor dan Penerbang

Adalah Abbas Qasim bin Firnas. Beliau lahir di Izn-Rand Onda, Andalusia tahun 810 M dan hidupnya dijalani di Cordoba  beliau meninggal tahun 887 M/274 H, Beliau adalah ilmuwan dan orang pertama yang berusaha membuat konstruksi pesawat serta melakukan uji coba penerbangan di udara  . Di abad ke-9 beliau mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung, Desain tersebut secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci pada ratusan tahun setelahnya.

Dalam percobaan penerbangan yang paling terkenal  yaitu dari atas menara masjid Agung Cordoba di Spanyol, pada tahun 852. Beliau berharap terbang seperti burung. Namun ketika  beliau terbang penerbangan tersebut  menukik ke bawah dengan sedikit cidera di punggung karena dengan mantel yang bersifat sebagai parasut pertama beliau sediakan untuk melindunginya.

Belajar dari pengalaman sebelumnya saat usianya 70 tahun, Abbas ibn Firnas menyempurnakan sebuah mesin dari sutera dan bulu elang, beliau  mencoba kembali penerbangannya dengan melompat dari sebuah gunung. Beliau terbang ke ketinggian yang signifikan dan tetap tinggi sekitar sepuluh menit, namun setelahnya beliau terjatuh saat mendarat dengan benar, setelah ditelusuri pendaratan tersebut tidak sempurna karna ternyata ia tidak diberi perangkat ekor sehingga melambat saat mendarat

Sejarah  menyebut Abbas Ibnu Firnas sebagai orang pertama di dunia yang pernah melakukan uji coba penerbangan terkendali. Dengan menggunakan alat kendali terbang , Beliau mampu mengontrol serta mengatur ketinggian terbangnya. Bukan hanya itu, perangkat terbangnya  juga bisa mengubah arah terbangnya, dan dibuktikan dengan keberhasilannya untuk kembali ke arah di mana ia melakukan peluncuran.
Ibnu Firnas meninggal dunia sekitar 12 tahun setelah ia melakukan uji coba terbang keduanya.Sejarawan Barat, Philip K Hitti, menempatkannya sebagai salah satu tokoh besar dan manusia pertama dalam sejarah yang melakukan uji coba dalam bidang penerbangan.

AR. Fachruddin; Sosok yang Kita Rindukan

AR. Fachruddin

Terutama di kalangan Muhammadiyah, sosok Kiai Haji Abdur Rozzaq Fachruddin (AR Fachruddin) tentu tak asing lagi. Beliau pernah menjabat sebagi Ketua Umum Muhammadiyah selama 22 tahun (1968-1990). AR Fachruddin, yang akrab dipanggil Pak AR,  adalah ulama besar yang bersahaja. Beliau juga seorang tokoh yang sangat peduli terhadap orang lain. Sikap-sikapnya ini adalah cerminan dari ketakwaan beliau kepada Allah Swt. Segala hal yang ia lakukan senantiasa didasarkan atas keimanan kepada Allah.

Ibnu Bajjah; Ilmuwan Agung dari Spanyol

ilmuan ibnu bajjahAbu-Bakr Muhammad Ibnu Yahya Ibnu Al-Sayigh, atau Ibnu Bajjah lahir di Saragosa, Spanyol, tahun 1082 M. ‘Avempace” begitulah ilmuwan Barat biasa menyebut Ibnu Bajjah, ilmuwan Muslim terkemuka di era kejayaan Islam Spanyol. Beliau populer dengan panggilan Ibnu Bajjah yang berarti “anak emas”. Ziaduddin Sardar dalam bukunya, Science in Islamic Philosopy, menyebut Ibnu Bajjah sebagai sarjana Muslim multitalenta. Ibnu Bajjah dikenal sebagai seorang astronom, musisi, dokter, fisikawan, psikolog, pujangga, filsuf, dan ahli logika serta matematikus.

Ki Bagus Hadikusumo; Teguh dan Bersahaja

ki bagus

Lahir hari Senin Pahing 11 Rabiul Akhir tahun Ehe 1308 bertepatan dengan tanggal 24 November 1890 dari keluarga Priyayi-Santri Kauman Yogyakarta, putra keempat dari delapan bersaudara. Ayahnya, Raden Kaji Lurah Hasyim, adalah seorang Abdhi Dalem Kesultanan Yogyakarta. Sejak kecil Ki Bagus dididik dan tumbuh sebagai seorang yang sangat bersahaja/sederhana secara ekonomi dan juga secara sosial. Dia tidak suka publisitas apalagi menyangkut pribadi.

Dia juga dikenal sebagai seorang yang disiplin, teguh pendirian, tulus, siap berkorban dan siap menanggung resiko untuk kepentingan umum. Hal ini tercatat dalam lembar sejarah, Visi untuk kepentingan umum dan kenegarawanannya terlihat jelas saat ia menyetujui usulan formulasi sila pertama Pancasila,”Ketuhanan yang Maha Esa” yang tadinya berbunyi,”Ketuhanan yang Maha Esa dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya”. Tidak mudah baginya untuk meloloskan kalimat ini. Namun situasi saat itu sungguh genting, sehingga ia berbesar hati demi kesatuan dan persatuan bangsa ini.

Muhammad Abduh; Penggagas Equalisasi Pendidikan

m. abduh

Umat Islam pernah mengalami masa kegelapan yang ditandai dengan pemahaman keagamaan yang membeku, keterbelakangan pendidikan, dan keterjajahan. Saat itu umat Islam mengalami kemiskinan, sains dan teknologi yang tertinggal, dan lain-lain.

Atas keperihatinan itu, lahirlah para tokoh pembaharu di dunia Islam, antara lain Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Rasyid Ridha, Jamaluddin Al-Afgani, Muhammad Abduh. Tulisan saya tidak akan membahas semua tokoh itu, tapi secara khusus yang akan saya bahas adalah tokoh pembaharuan Islam Muhammad Abduh, terutama berkaitan dengan pandangannya tentang pendidikan.