Kajian Tafsir Bersama Prof.Dr.Yunan Yusuf

2014-03-21 07.50.06Jum’at pagi 21 Maret 2014 sekitar pukul 07.30 tepatnya di Sidang B Kampus Limau telah berlangsung Kajian Tafsir Bersama Prof.DR.Yunan Yusuf. Kajian tersebut membahas mengenai Asbabu an Nuzul Al-Qur’an (sebab-sebab turunnya Al-Qur’an), kajian ini dihadiri sejumlah karyawan dan sebagian dosen AIKA UHAMKA .

Dalam kajiannya Prof.DR.Yunan Yusuf mengatakan “Al-Qur’an adalah kitab Allah yang diturunkan melalui Malaikat Jibril dan kemudian disampaikan kepada Rasulullah SAW untuk disampaikan kepada umat manusia sebagai petunjuk serta sebagai landasan hidup manusia, dan Al-Qur’an akan tetap terjaga sampai akhir zaman”.

Inti dari kajian tersebut dapat disimpulkan “bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang mutlak kebenarannya dimana sebab diturunkannya kepada siapa diturunkannya tahun berapa diturunkannya siapa yang diberikan firmannya adalah jelas, dibandingkan kitab Tripitaka,Bible,Weda”.

Untuk membaca isi kajian selengkapnya dapat dilihat disini

Haji Abdul Malik Karim Amrullah dan Karyanya

 

qwAtau yang kita kenal dengan sebutan Buya Hamka. Beliau lahir di kampung Molek, Manjinjau, Sumatra Barat pada tanggal 17 Februari tahun 1908.  Sebutan “Buya” didapat karena beliau seorang yang dihormati. Buya Hamka adalah seorang sastrawan, ulama, sejarawan sekaligus politikus. Semasa Beliau Sekolah Beliau bukan termasuk orang yang pandai, pernah Beliau membolos sekolah karena merasa jenuh, Beliau lebih senang berada di perpustakaan. Dari perpustakaan tersebut beliau membaca banyak buku, pernah suatu ketika buku tersebut dibawanya pulang, saat beliau tengah asik membaca buku cerita, sang ayah memarahinya. Kondisi tersebut dijadikan cambuk untuk menujukan kepada ayahnya atas kemampuannya.

Beliau pernah menjadi seorang wartawan sejak tahun 1920 di beberapa surat kabar salah satunya Seruan Muhammadiyah. Tidak berhenti sampai disitu beliau juga menghasilkan beberapa karya seperti novel,roman  dan cerpen. Beberapa diantaranya seperti, Kenang-Kenangan Hidup, Cahaya Baru , Di Tepi Sungai Dajjah, Merantau Ke Deli, Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck  dan masih banyak lagi (2 diantaranya pernah diangkat ke perfilman Indonesia).  romannya yang pertama ditulis menggunakan bahasa Minang yang berjudul Si Sabariah. Sebanyak kurang lebih 94 karya yang telah di terbitkan, hingga kini karyanya banyak kita jumpai.

 

 

 

 

Kajian Tafsir Bersama Prof.Dr.Yunan Yusuf

2014-03-21 07.50.19 2014-03-21 07.50.06 2014-03-21 07.51.29 2014-03-21 07.51.18

Milad 50 Tahun IMM, Berkarya untuk Indonesia yang Berkemajuan

1960048_683390865037280_1618971744_nJakarta –Usia Setengah Abad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan sebuah refleksi apa yang telah dilakukan. IMM sudah banyak berkiprah, baik dalam lingkup lokal, nasional maupun Internasional, khususnya dalam pengembangan dunia intelektual. IMM pun selalu mengembangkan karya untuk bangsa. Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Jihadul Mubarok dalam resepsi Milad IMM ke 50, beberapa waktu lalu, Jumat (14/3) di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta.

Jihad menambahkan, di usia setengah Abad ini, kepada seluruh kader untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan untuk mengakselerasi gerakan kedepan, teruslah berkarya dan berfastabiqul khoirot demi Indonesia yang berkemajuan, dan selamat Milad buat kader Ikatan di seluruh Nusantara.

Kegiatan yang menjadi agenda Milad 50 tahun IMM, ada Perlombaan essay, Lomba fotographi gerakan Ikatan, Lomba Cipta Lagu IMM dan Training Sosiopreneur untuk para kader Ikatan. Resepsi milad IMM dihadiri unsure anggota PP Muhammadiyah, Kornas FOKAL IMM dan para Alumni yang telah berdiaspora di seluruh lini.

Dengan mengusung tema, Terus berkarya untuk Indonesia Berkemajuan, IMM mengusungnya karena di umur setengah abad ini, IMM tidak ingin berhenti untuk berfastabiqul khoirot dalam karyanya demi Indonesia berkemajuan. Di umur setengah abad ini menjadi awal bagi IMM untuk Go Internasional, ditandai dengan pada periode ini dalam sejarah, IMM melaksanakan pertemuan pemuda Internasional yang dihadiri oleh 15 negara. Hal ini diharapkan menjadi sebuah letupan awal bahwa IMM harus terus maju tidak terkungkung pada internal saja, harus mampu memberikan hal yang posiitif secara eksternal. (dzar)

sumber : Muhammadiyah.or.id

Muhammdiyah Istiqomah sebagai Gerakan Dakwah

Medan,Muhammadiyah tetap istiqomah sebagai gerakan dakwah. Muhammadiyah bukan partai politik. Dalam menghadapi Pemilu 9 April 2014, tidak ada satu instruksi pun yang mengarahkan agar warga Muhammadiyah memilih partai politik manapun. Demikian penegasan Ketua PP Muhammadiyah Drs. H. Muhammad Muqoddas dihadapan unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara dalam satu pengajian khusus, Senin (17/3) di Gedung Dakwah, Jl SM Raja Medan.

Upaya untuk menarik Muhammadiyah menjadi satu gerakan politik sudah lama dilakukan berbagai pihak. Presiden Suharto pernah menawarkan kepada tokoh Muhammadiyah untuk menjadikan gerakan ini sebagai Partai Politik. Tapi ketika itu, Buya AR, Buya Hamka, Buaya Rasyidi tegas-tegas menolok tawaran Suharto itu. Dan Muhammadiyah, tetap istiqomah sebagai gerakan dakwah.

Dengan kondisi itu, jelas Muhammad Muqoddas, maka setiap warga Muhammadiyah diberikan kebebasan untuk memilih partai mana pun. Netralitas Muhammadiyah itu bahkan diikuti dengan adanya larangan partai politik untuk menggunakan semua amal usaha Muhammadiyah sebagai lokasi kampanye. Sikap Muhammadiyah yang netral atas semua partai politik itu memang kemudian menjadi masalah serius di lapangan.

Banyak kader Muhammadiyah yang saat ini melakukan rangkap jabatan dalam amal usaha dan partai politik. Walau pun sesungguhnya, masalah ini sudah diatur dalam dalam Surat Keputusan PP Muhammadiyah, namun dilapangan ketidaktegasan berbagai level pimpinan menjadikan masalah ini tidak bisa disolusikan. Berbagai pertanyaan muncul dalam pengajian khusus itu untuk meminta ketegasan PPM dalam menyikapi kondisi tersebut.

Sayangnya penjelasan yang disampaikan Ketua PP Muhammadiyah tetap saja tidak bisa menyolusikan masalah yang muncul dilapangan. Selain masalah politik, Ketua PP Muhammadiyah itu juga menjelaskan secara lengkap 10 kepribadian Muhammadiyah. Misalnya tentang prinsif musyawarah, kolektif dan kolegial. Dimana Muhammadiyah dalam memutuskan sesuatu haruslah melalui musyawarah dan mufakat.

Hal lain yang dipesankan Ketua PP Muhammadiyah itu, sikap amanah dalam memimpin persyarikatan dan amal usaha. Karena sejauh ini masih banyak konflik dan kepentingan pada amal usaha profit, seperti perguruan tinggi dan rumah sakit. Diingatkan, agar amanah. Karena sejauh ini, masih ditemukan ada pimpinan amal usaha selain tidak amanah juga tidak memahami Muhammadiyah sebagai gerakan amar makruf nahi mungkar.

sumber http://sumut.muhammadiyah.or.id/berita-3532-detail-muhammadiyah-istiqomah-sebagai-gerakan-dakwah.html

PENGUMUMAN DAFTAR PEMENANG LOMBA KTI

 

sd copy